KH. Badruzzaman

KH. Badruzaman: Perintis Tarekat Tijaniyah Garut

KH. Badruzaman diangkat sebagai muqaddam Tarekat Tijaniyah berdasarkan penunjukan langsung dari Syaikh ‘Ali b. ‘Abdullah at-Toyib. Dalam pengangkatan ini KH. Badruzzaman bisa membuka, menyebarkan dan mengembangkan murid-murid secara lebih luas di daerah yang belum tumbuh dan berkembangn Tarekat Tijaniyah, terutama di Garut, Jawa Barat.

Ciri khas periode kepemimpinan KH. Badruzzaman adalah (i) periode perintisan pertumbuhan dan penyebaran Tarekat Tijaniyah dan (ii) periode perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan bangsa.
Perintisan dan penyebaran Tarekat Tijaniyah, mula-mula dilakukan KH. Badruzzaman melalui pengajaran kepada santri-santri pesantren dan masyarakat . Usahanya dalam pengajaran Tarekat Tijaniyah kepada santri-santri — walaupun Tarekat Tijaniyah bukan bagian dari kurikulum resmi pesantren — besar fungsinya untuk mempercepat perintisan penyebaran Tarekat Tijaniyah. Dari pengajaran di pesantren, Tarekat Tijaniyah kemudian menyebar secara luas di Garut. Faktor-fakltor yang mempercepat pengembangan ini diantaranya adalah loyalitas santri kepada gurunya sebab dengan loyalitasnya santri-santri berjasa mempercepat perluasan pengikut Tarekat Tijaniyah. Faktor lainnya adalah karisma KH. Badruzzaman yang didukung beberapa faktor: Pengetahuan ilmu agama yang luas, dan disegani oleh semua kalangan di Kab. Garut, (sebagai ulama) sebagai pemimpin umat dan sebagai pejuang dalam membela bangsa (Pemimpin Politik) dengan demikian kharisma, yang telah dimiliki jauh sebelum masuk Tarekat Tijaniyah, KH. Badruzzaman sangat mudah memperoleh pengikut.

Proses kepemimpinan KH. Badruzzaman — dalam masa-masa perintisan penyebaran — juga dihadapakan dengan masa-masa sulit, yaitu perjuangan melawan pemerintah kolonial, merebut dan membela kemerdekaan Bangsa RI (masa pra kemerdekaan ) dan yang kemudian perjuangan politik dengan pembangunan (pasca kemerdekaan). Ada dua gerakan perjuangan yang paling menonjol dari beberapa gerakan perjuangan merebut kemerdekaan yakni gerakan “khalwat” dan “hijrah”. Gerakan perjuangan ini dilakukan oleh mayoritas warga Tijaniyah bersama masyarakat lainnya, dibawah komando langsung KH. Badruzzaman, yang menempuh perjalanan panjang, dari beberapa wilayah yang saling berjauhan. Gerakan Khalwat adalah riyadah atau tarbiah rohani dalam memantapkan tauhid sebagai kader pejuang kemerdekaan sebelum di terjunkan kekancah pertempuran fisik melawan penjajah yang bergabung dengan gerakan Hisbullah secara umum praktek khalwat diikuti oleh kader potensial pengikut katarekat Tijaniyah dengan cara menyepi di ruang bawah tanah. Gerakan ini mengantarkan Pesantren Al-Falah sebagai pusat gerakan Hisbullah. Di pihak lain keadaan demikian menjadikan Pessantren Al-Falah sebagai target sasaran mortir serangan Belanda yang waktu itu diarahkan dari Malayu . Keadaan demikian memaksa KH. Badruzzaman untuk melakukan gerakan Hijrah “dari satu tempat ke tempat lain. Pada mulanya hijrah dilakukan antar Desa dan Kecamatan di Kab. Garut. Dari Pesantren Al-Falah ia hijrah ke Kp. Leuceun kemudian ke Kp. Sangkan dari sangkan ke Kp. Lamping dari lamping ke Kp. Nunggal kemudian Kp. Cimencek kemudian Kp. Cijugul kemudian Kp. Cidadali kemudian kawah Kamojang. Dan setiap tempat yang disinggahi menjadi sasaran serangan Belanda. Kemudian melakukan hijrah antar Kabupaten dari Garut ke Cikalong kemudian ke Majenang kemudian ke Tasikmalaya.

Perjuangan dalam gerakan “Hijrah” tampaknya justru membawa hasil positif, yakni semakin bertambahnya masyarakat di daerah-daerah hijrah itu kemudian turut bergabung dengan KH. Badruzzaman dan mengikuti Tarekat Tijaniyah. Belakangan daerah-daerah pengungsian menjadi basis warga Tijaniyah. Perjuangan kaum Tijaniyah dalam merebut kemerdekaan berlanjut dalam gerakan mengisi kemerdekaan melalui aktifitas politik dan bergabung dengan organisasi politik Masyumi, sebagai wadah alternatif organisasi penyalur aspirasi politik mereka dalam usaha partisipasi mengisi kemerdekaan.

Setelah Masumi dibubarkan, pengabdian bangsa melalui politik dilakukan melalui SI ( Serikat Islam) PERTI ( Persatuan Tarbiyah Islamiyah ), dan wadah-wadah lokal : Al-Muwafakah dan POE (Persatuan dalam Indonesia). Meskipun pejuangan meraih kemerdekaan dan mengisi kemerdekaan cukup menyita aktifitas Tarekat Tijaniyah, tetapi aktifitas tarekat seperti pembinaan, pengamalan wirid, dan pengajaran kepada murid-murid terus berjalan. Pengabdian kepada agama melalui pendidikan santri-santri pesantren, masyarakat dan pembinaan murid-murid Tijaniyah menjadi bagian yang tidak terpisahkan bagi KH. Badruzzaman pada masa kepemimpinannya di Tarekat Tijaniyah. Pada masa kepemimpinannya, KH. Badruzzaman pernah mengangkat Muqaddam (Muqayad) sebanyak sepuluh orang di berbagai daerah untuk membina untuk membina muri-murid tijaniyah di daerah masing-masing. Kepemimpinannya yang berlangsung selama sekitar 45 tahun menghasilkan ribuan murid Tijaniyah di Garut (beliau wafat tahun 1972). (IB)

7 Tanggapan

  1. Salaam

    This mesage is most urgent
    My name is Mavoungou Jean-Michel aka Muhammad Isa

    I am the Personal Secretary and Overseas Representative of the Sheikh El Hadj el Mishry, from Mauritania, Muqqadim of the Sheikh Ibrahim Niass from Kaolack, Senegal, from the Tijani Community of Matamoulana,

    The Sheikh wishes to send you his salaams and is planning a visit from Mauritania to the Island of Java to meet with the Tijani brothers and sisters there. The Sheikh is a well known ‘aalim and Haafidh Specialist of Haadith and a great ‘aarif biLlahi.

    I have been entrusted to prepare his ziyyara to your august community and would like, therefore, to establish contact as soon as possible with the Heads of the Tijani community in Java and possibly elsewhere on other islands or main land Indonesia

    I would respectfully ask you to respond asap and would very much value your cooperaion to prepare this historic visit….as the Sheikh is accustomed to visiting brothers and sisters throughout the world.

    You cas get in touch with me over the telephone, in Geneva, Switzerland or of course via email at the following addresses:
    jmavoungou@africanunion.ch
    isa786@hotmail.com
    isa786@romandie.com
    isa786@consultant.com
    jmmavongou@yahoo.fr

    I look forward to establish contact as soon as possible in order to start planning ahead and prepare the visit as efficiently as possible
    I am a Diplomat at the Permanent Delegation of the African Union in Geneva and am at your disposal for any information you might have about the Sheikh and our community

    Wassalaam
    Muhammad Isa Mavoungou
    Geneva, Switzerland

  2. Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Kami Zawiyah Tijaniyah Ciputat menghaturkan salam perekat silaturahmi. Kepada seluruh Ikhwan Tijaniyah Garut Khususnya kepada Shahibul maqam dan khalifah serta para muqaddamnya.

    Semoga Allah selalu meluaskan dan memudahkan segalanya bagi kita.

  3. Boleh tau informasi, ada tidak manuskrip tulisan tangan karya-karya tokoh-tokoh tarekat tijaniyah? terimakasih

  4. alhmlh dgn adanya trqh ni sya bza mendawamkn dzkir,tp klw bleh sya mau fto kh.badruzaman,

  5. saya seorang anggota tijaniyah,minta saran kenapa setiap sy ingin menjalankan wirid selalu timbul rasa keragu raguan..

  6. teruskan kembangkn tijaniyah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: