Proses Masuknya Tarekat Tijaniyah di Garut

Beberapa sumber lisan maupun tulisan mengungkapkan bahwa pembawa dan penyebar Tarekat Tijaniyah ke Garut adalah KH. Badruzzaman. Masuknya Tarekat Tijaniyah ke Garut melalui proses perjalanan panjang, tidak secara spontan. Proses perjalanan panjang itu tidak terlepas dari dari sikap dan tanggapan KH. Badruzzaman terhadap Tarekat Tijaniyah: dari sikap menentang, kemudian meneliti, berdebat, sampai akhirnya menerima dan mengamalkan Tarekat Tijaniyah . Pada mulanya KH. Badruzzaman mendengar bahwa telah muncul aliran tarekat baru di Indonesia, terutama di Jawa Barat. Setelah mendengar, KH. Barduzzaman mencari sumber-sumber penyebar dan tempat penyebarannya kemudian KH. Badruzzaman mendatangi dan berdebat dengan para muqaddam pembawa ajaran ini di Tasikmalaya, dengan Syaikh ‘Ali b. ‘Abdullah at-Toyib, di Bandung dengan KH. Usman Damiri, dan di Cirebon dengan KH. Abbas; dari hasil pencarian sumber-sumber ini KH. Badruzzaman mengambil sikap menentang Tarekat Tijaniyah .

Sikap penentangan KH. Badruzzaman berlangsung beberapa lama, kemudian berubah dengan tanpa diketahui sebab-sebabnya, dari menentang jadi ragu-ragu-ragu, antara menerima dan menolak. Pada masa keraguan ini KH. Badruzzaman mendapat saran KH. Fauzan untuk istikharah. Hasil istikharah selama tiga hari/malam menunjukan bahwa Tarekat Tijaniyah adalah ajaran yang benar. Namun hasil istikharah belum meruntuhkan keraguan KH. Badruzzaman untuk menerima Tarekat Tijaniyah. Ia kemudian berziarah ke makam Rasulullah di Madinah, bersama Syaikh ‘Ali b. ‘Abdullah at-Toyib.

Ziarah ke makam Rasulullah menandai keluluhan hati. Setelah berziarah ke makam Rasulullah, KH. Badruzzaman menghadap dan meminta talqin dan ijazah Tarekat Tijaniyah kepada Syaikh ‘Ali b. A’bdullah at-Toyib. Pada saat pengijazahan ini, KH. Badruzzaman diberi amanat oleh Syaikh ‘Ali b. ‘Abdullah at-Toyib. “karena anda dahulu menentang Tarekat Tijaniyah, sekarang kewajiban anda untuk menyebarkan Tarekat Tijaniyah ini.” Amanat Syaikh ‘Ali b. Abdullah at-Toyib ini menandai bai’atnya terhadap KH. Badruzzaman dan pengangkatannya sebagai muqaddam. Sejak pengangkatannya menjadi penganut Tarekat Tijaniyah sekaligus sebagai muqaddam, dan sejak pulang dari mekkah (pada tahun 1935), KH. Badruzzaman mulai mengajarkan dan merintis penyebaran dan pengembangan Tarekat Tijaniyah di Garut. (Syekh Ikyan Badruzzaman).

5 Tanggapan

  1. Ikhwan Perum Jati Putra Tarogong Asri Cibunar

  2. assalamu`alaikum PAK KIAYI ! salam silahturrohim dari ana (Mahmud) ikhwan tijani jakarta, Ana bersyukur adanya artikel-artikel yang di tulis oleh pak KIYAI dapat menambah wawasan pengetahuan ana tentang thoriqoh Tijani yang baru ana pelajari kurang lebih baru 2 tahun dari Ustadz Abdul Aziz Al-Hamdani Condet.

  3. aslamualaikum

  4. apakah tharikat tijaniyah di bawa ke indonesia oleh syeik ali at toyib

  5. saya tertarik dengan ajaran thorikoh at-tijani. cuma yg masih saya bingung di mana letak alamat tersebut??? kalau bisa beri tahu saya alamat/pondok tersebut khusus nya di garut.
    terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: